Popular Post

Archive for November 2017

Danjiri Matsuri

By : Setyo Angga Prakoso
Apasih Festival Danjiri Itu?

Danjiri Matsuri (Festival Danjiri) pada dasarnya adalah festival panen untuk mendoakan hasil panen yang baik. Festival Danjiri umum terjadi di seluruh Jepang. Tapi jika Anda mengatakan Danjiri Matsuri (festival) kepada orang Jepang, ada satu hal yang terlintas dalam pikiran: hiruk pikuk dan penuh semangat yang terjadi setiap bulan September di kota Kishiwada, Osaka.

Danjiri sendiri adalah gerobak kayu besar (Danjiri Guruma) yang berbentuk kuil atau pura. Danjiri yang sering dibuat dari kayu ini, penuh dengan hiasan dan ukiran yang rumit. Kota-kota dengan festival danjiri di dalamnya memiliki lingkungan yang berbeda, masing-masing komunitas bertanggung jawab untuk memelihara danjiri mereka sendiri. Saat festival berlangsung, danjiri disiapkan dengan rangkaian bunga yang rumit, kartu doa, ornamen, dan konsekrasi religius. Mereka juga membuat lagu spesial setiap tahunnya. Dipercaya bahwa roh atau dewa bersemayam di dalam danjiri. Orang yang berdiri di atap danjirilah yang mengendalikan arah gerakan.

Warga kota menghabiskan cukup banyak waktu untuk mempersiapkan festival tersebut. Rapat dan konsekrasi diadakan di kuil beberapa hari sebelum festival berlangsung. Danjiri tersebut dikuduskan untuk acara besar, dan dihias dengan berbagai cara. Untuk hiasan, bendera, kartu doa, rangkaian bunga segar, dan dalam beberapa kasus bahkan lampion pun digunakan. Taiko (drum) dan Kane (bell) yang biasa digunakan untuk memainkan irama dimuat ke danjiri, dan para musisi memilih untuk mengikuti latihan danjiri selama berbulan-bulan sebelumnya. Usia musisi yang dipilih dapat bervariasi dari para veteran hingga anak-anak berusia empat tahun.

Kapan Festival Danjiri Berlangsung?

Festival Danjiri diadakan pada hari yang berbeda di bulan September, tergantung kapan hari libur nasional Menghormati Hari Tua jatuh. Hari-hari festival bervariasi dari tahun ke tahun dan dari kota ke kota, meskipun biasanya diadakan di musim gugur, pada akhir September atau Oktober. Pada hari festival berlangsung, komunitas warga kota menarik danjiri mereka melalui jalan-jalan kota, mengenakan happi dan memakai ikat kepala.

Acara tersebut disertai dengan hingar-bingar para peserta menarik danjiri, saat mereka meneriakkan kakegoe (teriakan yang biasa digunakan dalam penampilan seperti kabuki) atau dalam bahasa Inggris "heave-ho!". Menambah atmosfer ritme danjiri yang dimainkan pada drum dan lonceng sepanjang danjiri ditarik, yang bisa terdengar dari blok jalanan. Di kota-kota dengan banyak komunitas, festival danjiri terdiri dari berbagai danjiri yang saling berpapasan di jalan-jalan pada waktu bersamaan. Festival ini biasanya berakhir pada pertemuan danjiri di tempat yang telah ditentukan dan menyelenggarakan upacara keagamaan.

Dimana Festival Danjiri Diselenggarakan?

Festival Danjiri diselenggarakan di kota Kishiwada, Osaka. Kishiwada adalah kota kastil kelas pekerja yang masih desa sampai saat ini. Sekarang terletak di daerah pinggiran selatan kota Osaka, tidak jauh dari Bandara Internasional Kansai. Festival ini berlangsung di daerah sekitar Istana Kishiwada dan Stasiun Kishiwada. Parade pada hari pertama melewati Stasiun Kishiwada dengan perayaan pada hari kedua di lingkungan sekitar Kastil Kishiwada.

Tidak hanya di kota Kishiwada saja, di Mikkaichico dan Chiyoda pun festival tersebut diselenggarakan. Di Mikkaichico Festival Danjiri berlangsung minggu pertama Oktober, menelusuri jalan-jalan kota dan kawasan stasiun sepanjang sore. Lain halnya dengan di Chiyoda, festival danjiri berlangsung awal Oktober di malam hari. Dengan penambahan lampion dan atraksi memutar danjiri, membuat pertunjukan semakin memukau dibarengi warna lampu dari lampion yang bersinar indah.

Cara di mana festival dirayakan bervariasi dari satu kota ke kota lainnya. Danjiri dapat bervariasi dalam ukuran dan gaya dekoratif. Ada yang besar dan tinggi, yang lainnya relatif kecil. Di beberapa kota, danjiri ditarik perlahan melewati kota sampai mereka tiba di tempat tujuan. Di kota-kota lain, danjiri ditarik secepat orang bisa menariknya. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam memutar danjiri di tikungan, terkadang mengakibatkan danjiri jatuh dan membunuh seseorang. Dikatakan bahwa setidaknya satu orang meninggal dalam festival danjiri Kishiwada setiap tahunnya. Sudah umum bagi danjiri untuk menghantam dan merusak bangunan saat mereka berkutat di tikungan, dan untuk alasan inilah pemilik toko dapat membeli Asuransi Danjiri. Festival Danjiri Kishiwada mungkin adalah festival danjiri yang paling terkenal, dengan ketua komunitas yang penuh aksi saat naik di atas danjiri, melompat dan menari saat danjiri bergerak lebih cepat dan lebih cepat. Hal Inilah yang menarik ribuan penonton setiap tahunnya.

Penasaran seperti apa festival tersebut berlangsung? bisa dilihat di sini
Tag : , ,

Praktisnya Belanja Online dengan NP Atobarai

By : Setyo Angga Prakoso
Hidup di jaman yang melek teknologi ini rasanya bukan hal yang baru lagi mendengar istilah online shop. Di zaman yang serba dituntut modernisasi, dimana hampir semua orang menggunakan internet dalam menunjang aktivitasnya, termasuk bagi mereka yang suka berbelanja online. Siapa tidak suka berbelanja, hampir semua orang melakukannya, entah belanja kebutuhan sandang, pangan maupun papan.

Masyarakat sepertinya lebih tertarik berbelanja melalui online. Tidak perlu lagi repot jauh-jauh datang ke tempat barang tersebut. Karena kepraktisannya, tinggal buka internet cari situs yang dituju (situs jual-beli online), cari barang yang disuka, kemudian melakukan kesepakatan pembayaran. Biasanya sistem pembayaran dilakukan melalui transfer rekening bank.

Sistem pembayaran tersebut mengharuskan seseorang mentransfer sejumlah uang, setelah itu barang yang dipesan akan langsung dikirim. Jangka waktu pengirimannya pun lama bisa sampai seminggu atau lebih bergantung tujuan pengiriman. Akan tetapi, sistem tersebut memiliki kelemahan dimana dalam transaksi tersebut bisa saja terjadi kecurangan. Seseorang diminta mentransfer dana yang diminta, namun barang tak kunjung di tangan. Alhasil kasus penipuanlah yang terjadi. meskipun ada beberapa cara untuk mencegah hal tersebut seperti penggunaan rekening bersama.

Opsi lain bisa dengan menggunakan kartu kredit. Mengingat syarat untuk mempunyai kartu kredit cukup sulit dan hanya orang tertentu yang saja yang menggunakannya, orang lebih memilih untuk mengabaikannya. Kartu kredit juga bisa menjadi sumber pemborosan, karena pengeluaran yang tidak terbatas. Karena tidak ada batasan berapa jumlah pengeluaran tersebutlah, menjadikan alasan orang bisa berbelanja sesuka hati mereka.
     
Di Jepang ada sistem pembayaran online bernama Net Protection Atobarai atau disingkat NP Atobarai NP後払い」. NP Atobarai ialah jasa pembayaran online shop yang aman dan praktis. Ada lebih dari 23.000 toko yang tersedia yang bisa menggunakan NP Atobarai. Selain itu, juga memperkenalkan toko-toko yang direkomendasikan sesuai dengan musimnya. Tidak hanya aman dan praktis, NP Atobarai juga memberikan point yang bisa disimpan. Point yang terakumulasi bisa ditukarkan dengan produk yang disukai.

Lalu, bagaimana cara menggunakannya?
   
Bila kita berbelanja online, setelah mengkonfirmasi barang yang dipesan, kemudian mengisi identitas (nama, alamat, no. hp, e-mail) maka akan muncul pilihan menu pembayaran. Pilihan pertama menggunakan kartu kredit, dan yang kedua NP Atobarai. Setelah mengkonfirmasi menu pembayaran, kira-kira tiga hari setelah diproses, kita akan menerima e-mail yang menyatakan barang tersebut sampai. Biasanya kita akan menerima faktur/ tagihan 「請求書 : seikyuushoyang disertakan kedalam barang tersebut. Tapi jika tidak ada, faktur tersebut akan dikirimkan keesokan harinya. Kita juga akan menerima print-out data belanja beserta rincian dananya.

Setelah faktur kita terima, kita bisa membayarnya di kombini (minimarket) terdekat, seperti 7-Eleven, Lawson, Family Mart dan sebagainya. Batas melakukan pembayaran adalah 14 hari setelah barang tersebut sampai di tangan. Apabila faktur yang kita terima hilang, bisa dengan mengkonfirmasi via e-mail, setelah sebelumnya menerima e-mail pemberitahuan.

Benar-benar praktis bukan?

Kita tidak perlu lagi takut kena tipu, dengan modus transfer rekening. Tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana mempunyai kartu kredit. Pilih barang yang di suka, pilih NP Atobarai, tunggu barang sampai, lakukan pembayaran di kombini terdekat. Begitu mudah dan praktis. So, kalau memang ingin belanja online, kenapa tidak mulai dari sekarang?
Tag : ,

Gimana Sih Cara Naik Kereta Di Jepang?

By : Setyo Angga Prakoso
Setiap hari orang-orang sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri. Entah pergi ke sekolah, tempat kerja, berkunjung ke rumah sanak saudara ataupun pergi berlibur karena ingin melepas penat. Cara yang mereka tempuh untuk mencapai tempat tujuan pun berbeda-beda. Bagi yang punya kendaraan pribadi, mereka bisa menggunakan sepeda motor atau mobil. Bagi yang lebih suka naik transportasi umum mereka bisa menggunakan angkutan umum, bus ataupun kereta api. Tentunya hal tersebut dilihat dari efisiensi waktu dan jarak yang ditempuh. 

Di Indonesia sendiri ada beragam jenis transportasi/ kendaraan umum. Misalnya saja angkutan kota (angkot), bus, mikrolet, bajaj, bahkan yang kini sedang menjamur yaitu transportasi online baik yang beroda dua maupun roda empat. Untuk destinasi yang cukup jauh orang biasanya menggunakan kereta api. Namun sayangnya masyarakat Indonesia kurang antusias terhadap transportasi umum tersebut, hal ini dibuktikan masih banyaknya penggunaan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil di desa dan kota dalam menunjang aktivitas sehari-hari.


Berbanding terbalik dengan Jepang, yang masyarakatnya lebih menyukai menggunakan transportasi umum khususnya kereta api (densha). Setiap hari orang beraktivitas, berangkat sekolah, ke kantor menggunakan bus dan kereta api bahkan ada juga yang berjalan kaki. Kereta api di Jepang sangat berbeda dengan di Indonesia. Bila di Indonesia hanya ada satu jenis rangkaian kereta yaitu express, maka di Jepang selain express juga ada limited expressrapid expresssub express, dan kereta lokal. Selain itu terdapat juga kereta bawah tanah atau biasa disebut dengan chikatetsu. Berikut adalah beberapa perbedaan kereta api di Indonesia dengan kereta api di Jepang:

1. Pembelian Tiket
Di Indonesia, kita biasa membeli tiket dengan cara memesannya terlebih dahulu jauh-jauh hari. Bisa juga dengan membeli langsung untuk pemberangkatan hari itu juga. Untuk pemesanan sendiri bisa dilakukan dengan cara mengisi formulir pemesanan tiket, yang meliputi identitas diri dan jumlah tiket yang akan dibeli. Pemesanan juga bisa dilakukan melalui online, hanya saja waktu yang diberikan untuk melakukan pembayaran sangat singkat, hanya beberapa jam saja. Pembelian tidak langsung juga bisa dilakukan di gerai-gerai minimarket, kemudian tinggal mencetak struk pemebelian menjadi tiket.

Di Jepang tidak sebegitu rumit seperti di Indonesia, cukup datang ke stasiun dan membelinya di mesin. Tentukan tujuan, lihat harganya, setelah itu masukan uang dan tekan harga yang sesuai dengan tujuan kita. Tidak perlu repot-repot mengisi formulir maupun mengantri panjang.


2. Pemeriksaan Tiket Awal
    Jepang memang negara yang dikenal maju. Semua serba menggunakan mesin. Tidak hanya penjuaalan tiket saja, pemeriksaannya pun juga. Bila di Indonesia kita masih repot-repot menunggu kereta tiba, setelah itu mengantri masuk dengan melewati petugas keamanan yang akan memeriksa tiket beserta kartu identitas kita, maka di Jepang hanya perlu memasukan tiketnya saja kemudian mengambilnya kembali. Tiket yang keluar akan ditandai dengan adanya lobang seperti gambar di atas, hal tersebut menandakan bahwa tiket sudah diperiksa.


3. Jadwal Keberangkatan
Kita sering kali menemui orang yang ketinggalan kereta, dalam hal ini orang tersebut sudah tidak bisa menggunakan tiketnya lagi, kecuali jika membeli tiket yang baru dan menunggu kereta berikutnya. Sayangnya hal tersebut tidak selalu berjalan mulus, kadang bila kita ketinggalan kereta dan hendak membeli tiket baru, tiket tersebut malah sudah terjual habis. 

Di Jepang bila kita ketinggalan kereta, maka kita bisa menunggu kereta berikutnya tanpa harus membeli tiket baru. Tak perlu menunggu sampai berjam-jam seperti di Indonesia. Selain itu bila dalam perjalanan kita terlelap tidur dan setelah bangun kita baru sadar kalau tempat tujuan kita sudah terlewat, kita bisa turun dan naik dari sisi berlawanan tanpa harus mengganti tiket. Disinilah letak perbedaan besar antara kedua negara dalam hal transportasi umum khusunya kereta api.

4. Pemeriksaan Tiket Akhir
Ketika kita sudah sampai di stasiun tujuan, segeralah turun dan keluar melalui mesin pemeriksa tiket seperti pada saat awal kita masuk. Tiket yang sudah dimasukan tidak akan keluar, sebagai tanda bahwa kita membeli tiket yang sesuai.

Hal yang perlu diperhatikan ketika hendak naik kereta di Jepang adalah kita harus tahu jalur mana yang akan digunakan. Karena setiap kota tujuan mempunyai jalur yang berbeda. Jangan sampai kita salah naik kereta karena tidak tahu jalur menuju kota tujuan.

5. Hampir Tidak Pernah Terlambat
Kita mengenal bahwa Jepang adalah negara yang sangat disiplin, apalagi bila berurusan dengan waktu. Bus dan kereta api contohnya, akan beroperasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kereta selalu datang tepat pada waktunya, andaikan mengalami keterlambatan pun hanya beberapa menit saja. Selama penulis menggunakan jasa transportasi tersebut, rekor terlama kereta mengalami keterlambatan hanya lima menit. Selain itu petugas tidak akan sungkan untuk meminta maaf karena sudah merasa membuat penumpang terganggu dengan hal tersebut. Di Indonesia, kata "terlambat" sepertinya menjadi hal yang lumrah, bahkan lambat laun menjadi suatu kebiasaan.

Cukup sekian artikel hari ini, bila masih ada yang belum jelas bisa lihat di sini.








Lelucon

By : Setyo Angga Prakoso

twitter.com

Aku linglung

Aku tak bisa menangis

Aku tertawa tanpa sebab

Mereka pikir aku gila


Aku sulit berdamai dengan keadaan

Dan waktu dan juga rindu

Rencana tinggal wacana

Tanpa sempat terealisasi

Dan masa depan

Hanya prediksi penuh teka-teki


Aku tertawa sendiri

Mereka pikir aku gila

Ternyata tuhan punya selera humor tinggi

Ia memberi

Dalam sekejap menarik kembali


Kita hanyalah boneka-noneka yang diikat tali

Tak berkutik melawan jemari

Meronta pun sia

Ia ngin kita menikmati leluconnya

Tersebab itu aku tertawa


Aku tak ingin membuatnya marah

Ataupun murka

Aku hanya ingin tertawa

Mereka pikir aku gila

Semarang, 3 Juni 2017
Tag : , ,

Hujan Bulan Desember

By : Setyo Angga Prakoso
hipwee.com

Hujan di bulan Desember
derasnya mengantar petang menutup tirainya
Angin bergumul menyeruak badai
seolah menyuruh istirah
agar kau beranjak
dari beranda kesunyian

Masih dengan gemericiknya
mengalir melewati kanal-kanal kecil
ia jatuh
bak peluru menembaki ribuan malaikat
bukankah ia lebih tabah dari hujan bulan Juni?

Seorang pemuda duduk di perapian
mengeringkan dari sisa-sisa masa silam
kenangan luka membakar dada
yang oleh hujan pun tak bisa dipadamkan
Semarang, 25 Desember 2016 Masehi
Tag : , ,

Sakura di Kala Senja

By : Setyo Angga Prakoso
fineartamerica.com

Senja di ufuk
Senyum kita bertemu
Mata kita bertatap
Sekejap angin musim semi berhembus
Dari mana datangnya, entahlah

Anginnya lembut
Mengibaskan rambut hitam legam mu
Seolah membawa debar
Pohon-pohon sakura di tepi jalan
Tampak merah muda disetiap daun mu

Kita hanya terdiam membisu
Tanpa kata, tanpa suara
Kamu bergegas, aku berikeras
Memaling rupa memandang punggung sosok mu
Hingga begitu saja berlalu

Sakura jingga saksi biksunya
Perasaan yang tak tersampaikan
Kutitipkan saja pada angin musim semi
Biarkan embusnya membisik telinga mu
Waktu itu, di kala senja

Semarang, 20 Oktober 2016 Masehi
Tag : , ,

Tepi Dermaga

By : Setyo Angga Prakoso
maxpixel.freegreatpicture.com

Sampan di tepi dermaga

Nelayan tua mencari asa

Berangkat berkawan angin pantai

Pulang lusuh

Hanya jala kosong yang didapatinya



Lautnya tak seperti kemarin

Ikan dan karangnya juga

Angin laut yang parau

Karang tak berpenghuni

Ikan-ikan melarikan diri



Nelayan tua tampak sedih

Ikan dan lautnya tlah mati

Airnya pun keruh

Teringat karang yang luluh lantah

Oleh harimau dan tangan jail



Bukan harimau belang

Karna harimau tak hidup di air

Pukatnya, penyebab segala

Bagaimana nasibmu

Wahai bintang laut

Melawan ego penikmatmu

4 Oktober 2016
Tag : , ,

Awan dan Hujan

By : Setyo Angga Prakoso
fourlook.com



Kala itu

Pagi di tempatku terbuat dari hujan dan genangan

Tersebab oleh awan yang bermuram durja

Melihat mega kelabu sendu

Menangis tersedu-sedu, pilu

Laiknya kekasih diracun cemburu


Pagi itu memang turun hujan

Rintik-rintik ia menyambang

Ia jatuh mencumbu tanah

Bunga bermekaran

Rerumputan, ilalang, semak perdu

Basah dibuatnya


Karena hujan selalu punya cerita

Memadu kasih dengan awan

Mengarak mendung 

Agar engkau nun jauh di sana

Tak terbakar api cemburu

4 Oktober 2016
Tag : , ,

Tuhan Beri Aku Peyempuan

By : Setyo Angga Prakoso
trendymen.ru


Tegap suara kaki melangkah

Datang dari seberang sesosok bayang

Melongok deretan botol-botol arak berjajar

“seperti biasa” katanya lantang menggelegar

Menunjuk botol kedua dari kanan

Ia, pria yang pernah tiduri peyempuan gila


Dituangkannya dari tangan sang maestro

Ia meneguk ludes botol-botol bernyawa

Seoalah menjarah waktu sia-sia percuma

Bak kesetanan, ngelantur syair-syair surga dunia

Melafal mantra menyeru tuhan yang katanya mati


Nyatanya tuhan tak pernah mati

Ia selalu saja mengemis

Merengek pada tuhan yang katanya tuli

Meminta diturunkannya peyempuan liar pemuas birahi

Tuhan beri aku peyempuan

Katanya, serak, sesak seperti dibekap


Peyempuan-peyempuan liar itulah hasratnya

Pikirannya carut marut tak keruan

Dilema perkara mengelabui nurani

apa yang ia cari selama ini

Kali ini

Tuhan beri aku peyempuan

Lain kali

Peyempuan beri aku tuhan


Semarang, 6 September 2016 Masehi
Tag : , ,

Selepas Rakaat Terakhir

By : Setyo Angga Prakoso
syariahislam.com


Selepas rakaat terakhir

Lalu salam

Seperti biasa kutengadahkan

Bermunajat dengan menyebut nama-Nya

Dalam lirih

Dalam keheningan

Dengan khusyuk

Lisan ini tak henti-hentinya berucap

Menyebut namamu

Dalam setiap doaku

Kau tak perlu tahu apa yang sudah terucap

Aku pun tak ingin mengingatnya

Sebab

Apa yang kita ingat-ingat

Akan selalu kita harapkan

Aku tak ingin itu semua hanya menjadi harapan

Semoga semua tersampaikan

Dengan pikiran yang melangit

Dan hati yang tetap membumi

Kantin “Mamih” 15 Juni 2016 Masehi
Tag : , ,

Karang Pantai Mencintai Laut Lepas

By : Setyo Angga Prakoso
sportourism.id

Aku
Karang pantai yang mencintai laut lepas
Terdiam menunggu hadirmu
Setia pada camar dan langit biru
Kala desiran ombakmu menyapaku
Menyentuh bibir-bibir pantai putihmu


Aku
Karang pantai yang mencintai laut lepas
Tak jemu bermain bersamamu
dan bintang laut juga ikan kecilmu
Walau sesekali badai menghantamku
Tak apa ini hanya masalah waktu


Tapi kau memilih pergi
dengan semua pesan yang kau tinggalkan
Tercecer, lalu menjelma menjadi kenangan
Saat aku dekat denganmu, sangat dekat
Akankah aku bertahan pada setiap ombakmu
yang mencubitku dengan malu-malu?


Aku memang karang pantai yang mencintai laut lepas
Menyanjungmu, merindumu disetiap sentuhan yang kau berikan
Namun perlahan semakin terkikis nan rapuh
Bukankah engkau juga tahu


Mungkin sudah takdirnya
Tak bisa menjadi karang pantai yang kau banggakan
dan aku masih setia menunggu ombakmu
Selagi matari menenggelamkan senja yang jingga
dan kemilau putihnya pasir pantai
Semarang, 3 Juni 2016
Tag : , ,

Kuatlah Dirimu

By : Setyo Angga Prakoso
kompasiana.com

Ayah...
Terik panas menyengat, kau pun diam
Keringat pelu bercampur debu
Kau pun tak gusar
Sungguh kuat dirimu
Kuatlah, kuatlah

Ayah...
Hujan deras mendera
Kau pun melewatkannya
Berlalu saja, bersahaja
Bak lentera usang
Penerang pelita kehidupan
Maka kuatlah, kuatlah


Demi aku yang selalu merengek
Kau sungguh gagah
Punggung tak bersayap
Bukan malaikat, tapi malaikat
Semoga berkah usiamu
Hingga aku tetap bersandar
Pada bahu yang tak pernah berkomentar
Maka kuatlah, kuatlah
Semarang, 20 November 2015
Tag : , ,

Cermin Hitam

By : Setyo Angga Prakoso
thinglink.com


Ada yang bersembunyi

Sosoknya lugu nan rapuh

Bersemayam di balik bayang-bayang

Dimana temaram lilin menerawang

Pantulan bias terpancar

Cermin hitam menggantung di dinding yang tak bertuan

Siapakah dia?

Itu kah aku?

Bagaimana bisa sosokku di sana, sementara aku di sini

Barangkali aku terjebak di dimensi luar

Yang tak seorang pun merasa cukup angkuh

Hingga benar-benar merasa hebat

Siapakah sosok di balik cemin hitam kelam itu

Aku takut dia mengusikku

Aku rapuh

Pergilah wahai engkau yang bersosok

Agar tak lagi menjamah, menghantui hidupku

Aku takut

Semarang, 29 November 2015
Tag : , ,

Bilamana Kau dan Seharusnya Aku

By : Setyo Angga Prakoso
beforeworks.com

Aku bernama kesedihan
Bilamana kau datang lalu menghilang
Meninggalkan goresan luka terdalam
Dan peristiwa yang kita sebut kenangan
Tercecer berserakan di bilik hati yang tak bertuan


Aku bernama kesepian
Bilamana turun hujan
Sementara di sana kau berkawan
Dan aku berselimutkan kecemasan
Menunggu ia yang dipanggil sebagai teman
Teman di negeri khayalan


Aku bernama keputusasaan
Bilamana kau tak berperasaan
Membuang yang sudah tersampaikan
Meski berat tuk diucap lisan


Aku bernama kesempurnaan
Bilamana kau di sisiku
Untuk bisa saling mendoakan
Agar damai hati menentramkan
Berbagi dalam kebersamaan
Disetiap kerendahan hatimu yang kuagungkan
Magelang, 19 Oktober 2015 Masehi.
Di ruang B2, sedang mengawasi UTS dan aku yang lagi ngantuk
Tag : , ,

Dik

By : Setyo Angga Prakoso
idntimes.com

Dik…
Sudah lama tak berjumpa
Bagaimana dengan hari-hari mu, menyenangkan?
Bagaimana dengan Ibu dan Ayah? Dan juga paman?
Bagaimana dengan gubuk tua, tempat tinggal kita?
Meski sudah reot, kakak harap masih kuat untuk menopang


Dik…
Bagaimana dengan tidur mu?
Masihkah engkau terbangun tengah malam?
Oleh Lori yang melaju kencang
Membuat mu terlambat sekolah, esok harinya


Dik…
Maafkan kakak meninggalkan mu
Bukan tak sayang, bukan tak cinta
Tapi terpaksa, demi keluarga kita
Di sini, di tempat ini, di tanah milik orang asing
Kakak mu ini berjuang untuk bisa hidup
Setiap waktu selalu mengingat mu, mengingat Ibu dan Ayah
Hingga tak tertahan lagi air mata ini mengalir deras
karena rindu ingin berjumpa

Semarang, 13 April 2015
Tag : , ,

Para Pencari Kursi

By : Setyo Angga Prakoso
acehtend.co

Kursi...
Apa itu kursi
Apakah benda yang mempunyai empat kaki
Sering diduduki oleh putra-putri ibu pertiwi
Atau mungkin hanya disinggahi ketika mengantri
Bagi mereka yang tak suka berdiri


Kursi...
Siapa itu kursi
Dia yang rela disingggahi oleh para suami
Meneguk secangkir kopi meski tak sedang cuti
Sementara sang istri mengais rezeki


Kursi...
Siapakah penciptamu
Dari manakah asal rupamu
Dari pohon jati di seberang negeri
Atau pohon mahoni yang tak berpenghuni
Dari manapun asalmu kursi tetaplah kursi


Kursi...
Apa definisi kursi
Apakah benda tak bermateri yang olehnya disulap menjadi kreasi
Menjadi bernilai tinggi karena campur tangan seni
Ataukah yang diperebutkan para petinggi
Karena dorongan naluri dan gengsi
Hingga menjadikannya harga mati


Demi sebuah kursi
Mereka berlomba menjual diri
Rela memampang wajah yang katanya suci
Di pinggiran jalan dengan aneka baliho dan spanduk warna-warni
Wajah rupawan hasil olahan photoshop anak negeri
Karena tuntutan profesi dan sesuap nasi agar perut mereka terisi


Bukan tentang kursi permaisuri maupun kursi dewi
Hanya kursi biasa yang mungkin imitasi
Tak ada gravitasi dan tak pula sakti
Tapi mengapa mereka terus mencari


Sembari mengulas kebaikan diri
Menebar janji-janji dan saling berkompetisi
Mengatasnamakan kesejahteraan rakyat terutama diri sendiri
Disebabkan ingin memperoleh kursi
Karena tak sanggup terus berdiri
Menjadi pandu ibu pertiwi


Ini bukan puisi maupun orasi
Hanya argumentasi dan pemikiran dari hati
Seorang bocah yang mungkin tak punya harga diri
Tapi mencoba mengabdi dan berbakti kepada negeri
Di bawah naungan kursi Illahi

Magelang, 16 Oktober 2015 Masehi.
Di ruang C8, sedang mengawasi UTS
Dan aku yang lagi jatuh hati
Tag : , ,

Sisa Hujan Semalam

By : Setyo Angga Prakoso
lpmakses.wordpress.com


Dan ketika ku terbangun dari gelapnya malam
Perlahan ku menilik dunia luar
Embun, daun, ranting, tanah basah, bau hujan
Semuanya membekas
Air menggenang, menceritakan kisah tadi malam
Kisah tentang hujan yang kesepian


Seperti kala itu
Aku hanya bisa merindu
Tentang beranda kita
Yang usang, renta, lapuk tak berdaya
Tentang hujan dan kita
Tatkala gemiricik airnya menyapa
Menjadi pelepas dahaga
Merindu pada malam-malam satu purnama


Hanya saja kita tidak benar-benar bersama
Aku dan hujan ku, sedang kau dan hujan mu
Bukankah ini seperti nostalgia?
Akan semua yang pernah terjadi
Karena sisa hujan semalam
Aku menjadi rindu…
Semarang, 20 April 2015
Tag : , ,

Pada Suatu Malam

By : Setyo Angga Prakoso

Oh malam…
Langitmu kelam tiada berbintang
Anginmu kejam menghujat
Sesiapa yang bertemankan kesepian


Oh malam…
Sunyimu mencerca
Heningmu mendera
Aku yang kini dirundung kesepian


Oh malam…
Teruntuk rukh-rukh ber-nurani
Pada syair yang menghantarkan symphoni
Syahdu nan lugu, semoga
Sematkanlah disetiap senyapmu, selalu
Magelang, malam yang sendu
Tag : , ,

Cemara dan Jejak Kaki Salju

By : Setyo Angga Prakoso
www.boredpanda.com

Butir-butir salju berjatuhan
Menumpuk menutupi bahu jalan
Ranting dan bebatuan beku karenanya
Menggigil ngilu, kata cemara yang kedinginan


Sementara atap-atap rumah tertimbun
Anak-anak bermain dengan riangnya
Bola-bola salju kemudian dibentuk
Tersusun sedemikian rupa


Seorang anak berkata; “Mr. White, apa kau tak kedinginan?”
Ujarnya, sambil mengalungkan syal merah hati ke lehernya
Mr. White tak bergeming, sluruh badannya membeku
Hening tergambar raut kecewa, wajah polosnya


Kemudian angin musim dingin mendera
Dan laju badai mengiringinya
Saat fajar merekah
Semua tampak bias


Jejak kaki mungil bercerita
Membekas di hari bersalju
Karenanya semoga tersampaikan kisah-kisah itu
Pada setiap cemara menggigil ngilu
Magelang, di hari yang cerah
Tag : , ,

Kepoin Yuk!

By : Setyo Angga Prakoso
pbs.twimg.com

Halo sobat ookini, sebelum aku mulai memposting tulisan di blog ini ijinkan aku memperkenalkan diri. Aku akrab disapa Angga, tapi lebih suka memakai nama pena setan_dart. Dari mana nama tersebut bisa muncul, aku sendiri juga nggak tahu, tiba-tiba terlintas dalam benakku. Mungkin gabungan dari dua kata, yaitu nama depan dan tengahku. Mungkin juga aku plesetan dari kata standar, dimana aku mengasumsikan diriku kalau aku orang yang biasa-biasa saja. Apapun itu, nggak jadi masalah, yang terpenting aku suka dengan nama pena tersebut.

Lantas, siapakah setan_dart itu?

Setan_dart ~ sebuah partikel kecil dari apa yang disebut semesta. Penikmat kopi, hujan dan senja. Puisi adalah darah nya, violin adalah nadi nya. Dan seni lebih indah dari kata, lebih bergairah dari ribuan purnama. “Perempuan yang Dipinang Malam” – antologi puisi (bersama) perdananya. “Di Negara Itu Impianku Berlabuh” – tulisan (bersama) penulis nusantara.

Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, bahwa di blog ini berfokus pada si penulis dan kehidupan di sekitarnya termasuk kecintaanya terhadap sastra baik itu puisi, cerpen, maupun novel. So, mari saling mengapresiasi dan semoga kalian tidak jenuh dengan tulisan-tulisan si penulis.


Salam hangat untuk semua

- Copyright © おおきに - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -