Popular Post

Posted by : Setyo Angga Prakoso Sabtu, 25 November 2017

Setiap hari orang-orang sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri. Entah pergi ke sekolah, tempat kerja, berkunjung ke rumah sanak saudara ataupun pergi berlibur karena ingin melepas penat. Cara yang mereka tempuh untuk mencapai tempat tujuan pun berbeda-beda. Bagi yang punya kendaraan pribadi, mereka bisa menggunakan sepeda motor atau mobil. Bagi yang lebih suka naik transportasi umum mereka bisa menggunakan angkutan umum, bus ataupun kereta api. Tentunya hal tersebut dilihat dari efisiensi waktu dan jarak yang ditempuh. 

Di Indonesia sendiri ada beragam jenis transportasi/ kendaraan umum. Misalnya saja angkutan kota (angkot), bus, mikrolet, bajaj, bahkan yang kini sedang menjamur yaitu transportasi online baik yang beroda dua maupun roda empat. Untuk destinasi yang cukup jauh orang biasanya menggunakan kereta api. Namun sayangnya masyarakat Indonesia kurang antusias terhadap transportasi umum tersebut, hal ini dibuktikan masih banyaknya penggunaan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil di desa dan kota dalam menunjang aktivitas sehari-hari.


Berbanding terbalik dengan Jepang, yang masyarakatnya lebih menyukai menggunakan transportasi umum khususnya kereta api (densha). Setiap hari orang beraktivitas, berangkat sekolah, ke kantor menggunakan bus dan kereta api bahkan ada juga yang berjalan kaki. Kereta api di Jepang sangat berbeda dengan di Indonesia. Bila di Indonesia hanya ada satu jenis rangkaian kereta yaitu express, maka di Jepang selain express juga ada limited expressrapid expresssub express, dan kereta lokal. Selain itu terdapat juga kereta bawah tanah atau biasa disebut dengan chikatetsu. Berikut adalah beberapa perbedaan kereta api di Indonesia dengan kereta api di Jepang:

1. Pembelian Tiket
Di Indonesia, kita biasa membeli tiket dengan cara memesannya terlebih dahulu jauh-jauh hari. Bisa juga dengan membeli langsung untuk pemberangkatan hari itu juga. Untuk pemesanan sendiri bisa dilakukan dengan cara mengisi formulir pemesanan tiket, yang meliputi identitas diri dan jumlah tiket yang akan dibeli. Pemesanan juga bisa dilakukan melalui online, hanya saja waktu yang diberikan untuk melakukan pembayaran sangat singkat, hanya beberapa jam saja. Pembelian tidak langsung juga bisa dilakukan di gerai-gerai minimarket, kemudian tinggal mencetak struk pembelian menjadi tiket.

Di Jepang tidak sebegitu rumit seperti di Indonesia, cukup datang ke stasiun dan membelinya di mesin. Tentukan tujuan, lihat harganya, setelah itu masukan uang dan tekan harga yang sesuai dengan tujuan kita. Tidak perlu repot-repot mengisi formulir maupun mengantri panjang.


2. Pemeriksaan Tiket Awal
    Jepang memang negara yang dikenal maju. Semua serba menggunakan mesin. Tidak hanya penjuaalan tiket saja, pemeriksaannya pun juga. Bila di Indonesia kita masih repot-repot menunggu kereta tiba, setelah itu mengantri masuk dengan melewati petugas keamanan yang akan memeriksa tiket beserta kartu identitas kita, maka di Jepang hanya perlu memasukan tiketnya saja kemudian mengambilnya kembali. Tiket yang keluar akan ditandai dengan adanya lobang seperti gambar di atas, hal tersebut menandakan bahwa tiket sudah diperiksa.


3. Jadwal Keberangkatan
Kita sering kali menemui orang yang ketinggalan kereta, dalam hal ini orang tersebut sudah tidak bisa menggunakan tiketnya lagi, kecuali jika membeli tiket yang baru dan menunggu kereta berikutnya. Sayangnya hal tersebut tidak selalu berjalan mulus, kadang bila kita ketinggalan kereta dan hendak membeli tiket baru, tiket tersebut malah sudah terjual habis. 

Di Jepang bila kita ketinggalan kereta, maka kita bisa menunggu kereta berikutnya tanpa harus membeli tiket baru. Tak perlu menunggu sampai berjam-jam seperti di Indonesia. Selain itu bila dalam perjalanan kita terlelap tidur dan setelah bangun kita baru sadar kalau tempat tujuan kita sudah terlewat, kita bisa turun dan naik dari sisi berlawanan tanpa harus mengganti tiket. Disinilah letak perbedaan besar antara kedua negara dalam hal transportasi umum khusunya kereta api.

4. Pemeriksaan Tiket Akhir
Ketika kita sudah sampai di stasiun tujuan, segeralah turun dan keluar melalui mesin pemeriksa tiket seperti pada saat awal kita masuk. Tiket yang sudah dimasukan tidak akan keluar, sebagai tanda bahwa kita membeli tiket yang sesuai.

Hal yang perlu diperhatikan ketika hendak naik kereta di Jepang adalah kita harus tahu jalur mana yang akan digunakan. Karena setiap kota tujuan mempunyai jalur yang berbeda. Jangan sampai kita salah naik kereta karena tidak tahu jalur menuju kota tujuan.

5. Hampir Tidak Pernah Terlambat
Kita mengenal bahwa Jepang adalah negara yang sangat disiplin, apalagi bila berurusan dengan waktu. Bus dan kereta api contohnya, akan beroperasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kereta selalu datang tepat pada waktunya, andaikan mengalami keterlambatan pun hanya beberapa menit saja. Selama penulis menggunakan jasa transportasi tersebut, rekor terlama kereta mengalami keterlambatan hanya lima menit. Selain itu petugas tidak akan sungkan untuk meminta maaf karena sudah merasa membuat penumpang terganggu dengan hal tersebut. Di Indonesia, kata "terlambat" sepertinya menjadi hal yang lumrah, bahkan lambat laun menjadi suatu kebiasaan.

Cukup sekian artikel hari ini, bila masih ada yang belum jelas bisa lihat di sini.








Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © おおきに - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -