Popular Post

Posted by : Setyo Angga Prakoso Senin, 20 November 2017

hipwee.com

Hujan di bulan Desember
derasnya mengantar petang menutup tirainya
Angin bergumul menyeruak badai
seolah menyuruh istirah
agar kau beranjak
dari beranda kesunyian

Masih dengan gemericiknya
mengalir melewati kanal-kanal kecil
ia jatuh
bak peluru menembaki ribuan malaikat
bukankah ia lebih tabah dari hujan bulan Juni?

Seorang pemuda duduk di perapian
mengeringkan dari sisa-sisa masa silam
kenangan luka membakar dada
yang oleh hujan pun tak bisa dipadamkan
Semarang, 25 Desember 2016 Masehi

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © おおきに - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -