Popular Post

Posted by : Setyo Angga Prakoso Sabtu, 18 November 2017

fineartamerica.com

Senja di ufuk
Senyum kita bertemu
Mata kita bertatap
Sekejap angin musim semi berhembus
Dari mana datangnya, entahlah

Anginnya lembut
Mengibaskan rambut hitam legam mu
Seolah membawa debar
Pohon-pohon sakura di tepi jalan
Tampak merah muda disetiap daun mu

Kita hanya terdiam membisu
Tanpa kata, tanpa suara
Kamu bergegas, aku berikeras
Memaling rupa memandang punggung sosok mu
Hingga begitu saja berlalu

Sakura jingga saksi biksunya
Perasaan yang tak tersampaikan
Kutitipkan saja pada angin musim semi
Biarkan embusnya membisik telinga mu
Waktu itu, di kala senja

Semarang, 20 Oktober 2016 Masehi

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © おおきに - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -