Popular Post

Posted by : Setyo Angga Prakoso Rabu, 17 Januari 2018

Pernah mendengar istilah vending machine ? Bagi sobat ookini yang sering nonton anime atau drama Jepang, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Pasalanya, vending machine atau dalam bahasa Jepang disebut dengan Jidouhanbaiki/ Jihanki (自動販売機 ) sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat Jepang. Vending machine ini banyak ditemukan di sudut-sudut jalan, emperan pertokoan, halte bus, pusat perbelanjaan, stasiun dan sebagainya.

Apa sih sebenarnya vending machine itu?

Vending machine merupakan mesin penjual otomatis yang dioperasikan tanpa manusia sebagai operatornya. Dalam hal ini, operator tidak perlu menunggui mesinnya berjualan, tetapi hanya bertugas untuk mengisi, memeriksa ketersediaan barang dan memeriksa mesin tersebut. Vending machine di Jepang menjual barang-barang yang lebih beragam seperti snack, minuman ringan, rokok, bahan kebutuhan pokok, buah-buahan, bahkan sampai kondom.

Tidak hanya sebatas makanan dan minuman saja, mengingat Jepang adalah negara yang inovatif, kini terdapat vending machine yang menjual barang-barang yang bisa dibilang tidak lazim. Seperti kaca mata, dasi, stocking, underwear, kail pancing dan umpan, gadget, bahkan serangga seperti kumbang pun dijualnya. Maka jangan heran bila kita sering menjumpai barang unik tersebut di dalam vending machine.

Tapi pernahkah terfikirkan, mengapa ada banyak sekali vending machine di Jepang? Seperti dilansir dari akibanation, berikut ini alasannya.

1.  Banyaknya Pejalan Kaki
Apa alasan paling utama ada banyak mesin otomatis di jalanan Jepang? Jawabannya tentu, kesempatan mereka bertemu customer memang di sepanjang jalan. Tau kan, orang Jepang sangat dikenal sebagai masyarakat yang gemar berjalan kaki. Kesadaran mereka akan pentingnya berjalan kaki memang patut diacungi jempol. Ditambah lagi mereka memang tidak perlu punya kendaraan pribadi karena kendaraan umum sudah sangat memadai. Disinilah peran vending machine diandalkan. Faktor kenyataan bahwa di Jepang banyak pejalan kaki membuat kehadiran mesin-mesin seperti ini bagaikan dewa. Bagaimana tidak? Saat musim panas, berjalan di tengah terik matahari pasti as hot as hell dan berjalan di saat musim dingin kayak mau mati dalam kebekuan. Saat itulah kalian bisa membeli minuman atau makanan yang mendukung. Jus kaleng segar, atau secangkir kopi panas misalnya. Tanpa harus susah-payah masuk ke rumah makan atau cafe terlebih dahulu. Vending machine bisa kalian jumpai dengan jalan kaki 10 menit sekali di jalanan.

2. Mahalnya Harga Sewa Bangunan
Faktor paling logis adalah biaya sewa tanah atau bangunan di Jepang yang sangat mahal. Kebanyakan orang Jepang tinggalnya di apartemen kecil dan sederhana. Kalau yang punya tanah lapang biasanya sih di desa-desa. Disana, orang kaya nggak mesti mau punya mobil dan rumah gedong. Ya karena harga tanah disana sangat susah dijangkau. Hal ini juga berlaku untuk sewa jual beli. Di Indonesia sendiri sewa bangunan dan tanah juga mahal sih cuman untuk jualan masih banyak lah yang bisa menyewa petakan ruko atau rumah dengan harga nego sama pemiliknya.

Nah kalau di jepang nggak gitu. Jepang juga wilayahnya lebih kecil kan, otomatis lahan buat jualan juga nggak seluas di Indonesia. Maka dari itu, dari pada menyewa lahan yang besar buat sekedar jualan minuman atau snack, orang Jepang lebih suka berjualan dengan vending machine. Selain biaya yang dikeluarkan cukup murah, mereka masih bisa meraup untung yang lumayan. Karena kebanyakan dari mereka hanya memerlukan ijab bagi hasil dengan pemilik tempat yang akan “diselipkan” vending machine. Misalnya rumah, toko kelontong, atau pemerintah setempat (stasiun, halte, dll).

3. Budaya Tepat Waktu
Orang Jepang terkenal paling tepat waktu. Betapa tidak, telat 5 menit karena masalah teknis aja perusahaan kendaraan umum bakal ngasih kalian surat pernyataan agar tidak kena hukuman bos/guru di sekolah. Seperti halnya kebiasaan tepat waktu ini, orang Jepang juga punya obsesi tinggi terharap sesuatu. Mereka cenderung ingin melakukan kegiatan seefisien mungkin dalam kehidupannya. Karena ya itu, mereka sangat menghargai budaya tepat waktu.

Dengan adanya mesin otomatis, mereka bisa lebih melakukan suatu hal lebih cepat tanpa bertele-tele. Misalnya, di restoran, saat ini sudah banyak menggunakan sistem vending machine. Pelanggan memilih menu yang mereka inginkan dengan menekan tombol dan membayarnya di mesin otomatis. Lalu menyerahkannya ke staff resto. Sesaat kemudian bisa mengambil apa yang dipesan tadi.

Hal diatas bukan karena kemajuan zaman. Tapi karena para staff restoran tahu, banyak pelanggan mereka adalah anak sekolah dan pekerja. Apalagi di jam makan siang, mereka cenderung sibuk dan ingin cepat menyantap makanan tanpa proses pemesanan yang lama. Begitu juga dengan vending machine di jalanan. Lebih efisien ketimbang harus antre di toko atau supermarket.

4. Rendahnya Tingkat Kriminalitas
Meskipun keberadaan satu dua preman masih bisa dirasakan, tetapi sangat jarang terjadi tindak kriminal di sepanjang jalanan. Kalau sobat ookini pernah ke Jepang, pasti tau dong betapa bejibunnya vending machine ini. Betapa banyak uang yang terkumpul di mesin tersebut tanpa dijaga oleh operator setiap saat. Tapi meski begitu tidak ada preman atau orang Jepang yang membobol mesin, atau mencuri demi kepentingan pribadi. Kesadaran masyarakat Jepang terhadap hal tersebut lah yang membuat vending machine tetap kokoh berdiri meski tanpa dijaga siang malam.

5. Banyaknya Pecahan Uang Koin
Menurut beberapa sumber, pecahan uang kertas terkecil Jepang adalah 1000 yen. Dengan demikian, pecahan uang dengan nominal dibawah itu akan masuk dalam bentuk koin receh. Bagi orang Jepang, salah satu cara menyingkirkan koin receh mereka ialah membelanjakannya lewat mesin otomatis tersebut. Selain mengurangi jumlah recehannya, orang jepang juga mengaku puas karena mesin penjual otomatis dapat ditemukan dimanapun mereka berada. Jadi sangat efektif untuk berbelanja. Baru-baru ini juga sudah banyak vending machine yang diupgrade cara pembayarannya. Kelebihan top up di kartu kereta api bisa dibelanjakan dengan cara gesek pada mesin-mesin penjual snack ini.

Gimana caranya membeli barang di vending machine ?

Caranya sangat gampang, setelah kita menentukan barang yang kita inginkan, masukan uang (koin maupun kertas) ke dalam mesin, tekan tombol pada barang yang diinginkan, kemudian keluar dengan sendirinya. Bila kita membeli menggunakan uang kertas dengan nominal lebih besar, jangan lupa menarik tuas yang bertulisan otsuri (お釣) untuk mengambil kembalian. 

Perlu diingat bahwa uang koin yang bisa dibelanjakan di vending machine hanyalah koin yang nominalnya 10 yen keatas (10, 50, 100, 500 yen). Jadi untuk koin yang bernominal 1 yen dan 5 yen tidak bisa digunakan. Bagi yang penasaran bisa di lihat di sini.

Image sources : akibanation

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © おおきに - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -